" nama ustad " : " ust . ahmad sarwat , lc . , ma " 

" judul " : " masuk surga , cak nur ? "

" isi " : " dengar aji pak adi husaini , bahwa orang intelektual ( dosen ) agama islam kata tulis pada kertas ( al - quran ) bukan wahyu tapi hasil budaya , yang sebut al - quran adalah wahyu yang masuk ke hati rasulullah dengan contoh dia tulis lafaz allah kemudian injak - injak asa sangat bakar hati ini . " , " 1 . kami yang awam mohon beri tahu agar bisa mengkounter minimal untuk keluarga dan jamaah di lingkung . " , " 2 . apakah intelektual macam ini benar bagi dari orang islam dan hak masuk surga allah ? " , " 3 . cak nur orang bapak bangsa kata , apa mungkin masuk surga allah turut hitung syariat islam ? "

" jawaban1 " : " fri 1 september 2006 04 : 25  " , "  6 . 648 views  n " , " n " , " n " , " dengar aji pak adi husaini , bahwa orang intelektual ( dosen ) agama islam kata tulis pada kertas ( al - quran ) bukan wahyu tapi hasil budaya , yang sebut al - quran adalah wahyu yang masuk ke hati rasulullah dengan contoh dia tulis lafaz allah kemudian injak - injak asa sangat bakar hati ini . " , " 1 . kami yang awam mohon beri tahu agar bisa mengkounter minimal untuk keluarga dan jamaah di lingkung . " , " 2 . apakah intelektual macam ini benar bagi dari orang islam dan hak masuk surga allah ? " , " 3 . cak nur orang bapak bangsa kata , apa mungkin masuk surga allah turut hitung syariat islam ? " , " n " , " tanya seperti ini memang kemas untuk bisa sesat umat . sebab pintas memang ada benar , tetapi di balik dari nyata itu , jelas sekali tuju untuk sesat . " , " benar yang mana ? " , " memang benar bahwa kertas , tinta , bentuk - bentuk tulis huruf serta tanda baca yang guna untuk tulis " , " itu hanya benda biasa . lalu dengan mampu intlektual para shahabat , semua alat itu guna untuk tulis wahyu ( " , " ) . " , " kalau mau injak - injak , harus belum tinta tulis di atas kertas . mau buang air di tinta pun tidak masalah , atau mau istinja ' pakai kertas kosong pun tidak masalah juga . sebab tinta dan kertas adalah produk akal budi manusia . " , " tetapi ketika tinta tulis ke atas kertas untuk tuang ayat - ayat allah , maka kedudukanya ubah . dari dar kertas biasa jadi satu yang sakral dan suci . sama mushaf al - quran tentang kertas tissu hanya laku oleh mereka yang kurang waras . " , " mau mereka yang injak - injak mushaf al - quran itu bakar buat surat tanah , bpkb / stnk kendara , ijazah , surat saham atau uang kertas yang milik ? bukankah semua itu hanya kertas yang tidak ada nilai ? " , " kalau guna logika mereka , belum berani injak - injak mushaf al - quran , harus mereka bakar dulu semua surat - surat harga yang mereka milik . masuk ktp , sim , kartu kredit dan bagai . toh semua itu hanya kertas belaka . " , " logika mereka sulit bisa terima , sebab telah mushaf itu tulis " , " di atas , tentu saja nilai akan beda . beda sesuai dengan apa yang tulis di atas . makin mulia materi naskah , maka nilai kertas itu juga makin tinggi . mushaf al - quran tidak bisa sama dengan kertas tissu di toilet . " , " kira - kira bagaimana tanggap si laku injak - injak mushaf al - quran , kalau kita guna kertas gambar wajah diri untuk tissue di toilet ? tentu saja marah , bukan ? pasti dia bilang bahwa hal itu adalah hina . padahal gambar itu kan hanya gambar , tidak ada kait dengan orang . tapi tetap saja dia akan marah . " , " demikian juga allah swt , kalau mushaf yang tulis firman - nya injak - injak , wajar saja bila dia murka . dan bagai orang yang cinta kepada allah swt , wajar saja bila kita pun bakar cemburu lihat ada orang sedang hina allah swt , lewat injak - injak mushaf al - quran . " , " tanya seperti ini memang seringkali gelitik benak kita . sebab kita tahu benar bahwa begitu banyak nyata tokoh yang satu ini yang nyeleneh , bahkan tegas sekali ingkar banyak hal tentang benar . " , " namun lepas dari semua ' ulah ' - nya , tentu saja kita tetap tidak bisa vonis bagai ahli neraka , apalagi bagai bukan muslim . sebab semua yang ucap atau tulis itu belum pernah angkat ke buah mahkamah syar ' iyah . walhasil , tidak bisa kita main vonis begitu saja . " , " di negeri di mana syairat islam diri tegak , selalu ada mahkamah syar ' iyah . maka orang nyeleneh macam begitu , pasti tidak akan lepas dari sidi dan proses hukum lembaga formal ini . di sana mereka akan duduk pada kursi dakwa , namun tetap beri hak untuk bela diri bahkan damping acara . " , " sayang di negeri kita yang memang kurang serius dalam tuhan ini , penting tuhan kalah jauh dari penting orang kepala negara . di negeri ini , kalau ada orang hina kepala negara , pasti tidak lama kemudian akan adil . orang itu akan sidik dan jatuh hukum sesuai dengan hasil sidang . " , " tetapi di negeri kita yang bukan negara sekuler dan juga bukan negara agama ( negeri yang ' bukan - bukan ' ) , kalau ada orang hina tuhan atau hina syairat atau seleweng ajar yang lurus , tidak ada yang peduli . bahkan tidak ada undang - undang yang larang , sehingga tidak bisa proses cara hukum . " , " di sisi lain , lembaga ulama pun kurang punya gigi di negeri ini . karena hanya punya hak untuk fatwa , tapi tidak bisa jatuh vonis hukum . maka ibarat anjing gonggong , kafilah jalan terus , lirik pun tidak . karena itu negeri ini seperti jadi surga buat para seleweng agama itu untuk foya - foya dalam pesta kufur . " , " anda hal seperti itu mereka laku di saudi arabia misal , mungkin kepala mereka sudah penggal . tapi mereka tahu , indonesia adalah negeri yang ' bukan - bukan ' , maka aman - lah mereka untuk keluar pikir kotor . " , " tapi lepas dari semua itu , tetap saja kita tidak bisa keluar vonis yang kuat hukum tetap . " , " dan kalau untuk hukum di dunia saja tidak bisa , apalagi putus tentang nasib di akhirat , tentu lebih tidak mungkin lagi untuk putus vonis akhirat untuk . " , " yang bisa kita laku hanya harap dan ber - " , " , bagai sama anak adam , moga saja beliau masih sayang oleh sang maha rahman di alam kubur . marah - marah kita kepada pikir kotor , tetap saja dia manusia biasa . cara hubung adam , dia tetap saudara kita juga . " , " memang kalau lihat kilas lahiriyah , kita sangat miris dengan agam pikir nyelenehnya . dan panjang amat , kita memang belum pernah dengar beliau cabut semua nyata nyelenehnya . yah , moga saja allah swt masih beri sempat untuk taubat dari segala dosa belum ajal tiba saat itu , di luar tahu kita . dan moga allah swt juga beri sempat taubat juga untuk kita , dari segala salah yang kita sadar atau tidak kita sadar . " , " di depan allah swt , kita semua hanya hamba - hamba yang papa . masuk surga atau neraka , tetap bukan di tangan kita . maka kita tidak bisa main vonis orang masuk surga atau neraka . " , " kecuali misal kalau dia jelas bagai non muslim , maka kita bisa pasti masuk neraka . namun cara zahir , cak nur tetap orang muslim , wafat dalam ada muslim , mandi , kafan , dishalati dan makam di kubur muslim . cara zahir , tetap laku bagai muslim . urus masuk surga atau tidak , tidak orang di antara kita yang tahu . " , " sama juga dengan kita ini , tidak ada orang pun yang tahu nanti akan masuk surga atau masuk neraka . sebab sidang akhirat belum gelar , bagaimana mungkin kita sudah tahu vonis ? " , " ya allah , masuk kami hamba - hamba - mu ke dalam surga - mu , dengan kasih sayang - mu yang tak tepi , amien . "
